24 July, 2006

Kakao

Kerjasama Indonesia-Malaysia Lebih Pas Di Industri Kakao

Medan, Info

Eksportir kakao di Sumut menilai kerjasama Indonesia dan Malaysia dalam komoditi kakao lebih pas di sektor industri pengolahan dan mengkonter isu negatif komoditi itu.

"Indonesia memang harus banyak belajar dari Malaysia yang industri kakaonya sudah berkembang jauh lebih baik ketimbang kita," kata, Suyanto Husein, di Medan, Senin.

Direktur Trader PT.Agrikom Indonusa Abadi itu, mengatakan, pertumbuhan industri kakao di Malaysia bisa berkembang lebih baik karena pemerintahnya memberikan banyak kemudahan kepada pengusahanya.

Daya serap hasil industri kakao di pasar lokal Malaysia yang terus meningkat juga semakin mendorong perbaikan industri komoditi di negara itu.

Dengan kerjasama di industri kakao, diharapkan pemerintah Indonesia bisa meniru berbagai kebijakan yang dilakukan Malaysia terhadap pengusaha industri kakao tersebut dan pengusaha lokal juga bisa belajar banyak tentang pengolahan kakao yang lebih baik, katanya.

Selama ini Indonesia sebagian besar masih mengekspor dalam bentuk biji, bukan bubuk atau industri lanjutan lain seperti yang sudah dilakukan Malaysia.

Mutu biji coklat Indonesia yang di ekspor itupun dinilai masih jauh dibawah standar internasional sehingga selalu dibebani importir dengan potongah harga (diskonto) cukup besar dibandingkan kakao asal negara lain.

Disamping mutu, citra Indonesia yang masih belum baik di mata internasional juga mempengaruhi pemberian diskonto itu.

"Selain di sektor industri, sebaiknya yang dikerjasamakan adalah upaya mengkonter isu negatif tentang kakao itu mulai dari aspek kualitas dan keamanan kakao sebagai bahan pangan," kata Suyanto yang juga menjabat Ketua AEKI Sumut itu.

Menteri Pertanian, Anton Apriyanto ketika di Medan untuk menandatangani kerjasama bilateral Indonesia-Malaysia, pekan lalu, mengatakan, Indonesia bersama Malaysia sudah menyepakati berbagai kerjasama dalam komoditi kakao itu.

Tidak hanya soal konter isu negatif kakao, tapi kerjasama itu juga di bidang penelitian, kerjasama sektor swasta dan termasuk promosi konsumsi coklat di dalam negeri.

"Promosi konsumsi di dalam negeri dimaksudkan untuk meningkatkan industri olahan kakao dan melepas ketergantungan ekspor biji kakao," kata Mentan.

0 Comments:

Post a Comment

Links to this post:

Create a Link

<< Kembali ke awal..